Bacaan Tahiyat Awal Dalam Sholat

doa tahiyat awal

Seperti yang diketahui bahwa sholat merupakan rukun Islam yang kedua yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

Artinya : “Peliharalah segala sholat(mu), dan (peliharalah) sholat lima waktu. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu.” (QS. Al-Baqarah : 238).

Dalam surat lain, Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali suipaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah : 5).

Bacaan Tahiyat Awal

Bacaan atau doa tahiyat awal merupakan bagian dari rukun sholat. Oleh karena itu, bacaan atau doa tahiyat awal hendaknya dihafalkan.

Berikut dalil wajibnya membaca doa tahiyat yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Buhainah, ia mengatakan,

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami para sahabat. Beliau sholat di dua rakaat pertama tanpa duduk (tasyahud awal). Maka orang-orang pun ikut berdiri (tidak tasyahud awal). Sampai ketika sholat hampir selesai, orang-orang menunggu beliau salam, namun ternyata beliau bertakbir dalam keadaan duduk, lalu sujud dua kali sebelum salam. Kemudian setelah itu baru salam.” (HR. Bukhari no. 829, Muslim no 570).

Hadits di atas menceritakan tentang Nabi yang lupa  mengerjakan tasyahud awal, sehingga beliau melakukan sujud sahwi. Hal ini menunjukkan bahwa duduk tasyahud awal dan bacaan doa tasyahud awal merupakan kewajiban, sehingga jika ditinggalkan harus melakukan sujud sahwi.

Doa Tahiyat Awal

Doa tahiyat awal sendiri memiliki beragam bacaan. Berikut ini beberapa doa tahiyat awal yang bisa dibaca di dalam sholat:

Bacaan yang pertama,

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kami bacaan tasyahud sebagaimana mengajarkan bacaan surat dalam Al Quran, beliau mengucapkan:

“At tahiyaatu mubaarokaatu sholawaatu thoyyibaatu lillah. Assalamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rohmatullahi wabarokaatuh, Assalamu ‘alainna wa ‘alaa ‘ibaadillahi shoolohin, Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.”

Artinya: “Segala ucapan selamat, sholawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Mudah-mudahan sholawat dan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabu beserta rahmat Allah dan barokah-Nya. Mudah-mudahan sholawat dan salam terlimpah pula kepada kamidan kepada seluruh hamba Allah yang sholih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya”(HR. Muslim no. 403).

Bacaan yang kedua,

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,

“Dahulu kami membaca tahiyyat dalam sholat, menyebut nama Allah kemudian mengucapkan salam satu sama lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun mendengar hal tersebut lalu beliau mengatakan. Ucapkanlah

“Attahiyyaatu Lillahi Washshalawaatu Waththayyibaat. Assalaamu ’Alaika Ayyuhannabiyyu Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh. Assalaamu ‘Alainaa Wa ’Alaa ‘Ibaadilaahish Shaalihiin Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Wa Rasuluhu”

Artinya : “Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada engkau wahai Nabi dan juga rahmat dan berkah-Nya. Dan juga semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang sholih. Aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (HR. Bukhari no. 1202, Muslim no. 402).

Demikianlah tulisan kali ini tentang bacaan tahiyat awal di dalam sholat. Semoga ada guna dan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *