Mengenal Energi Surya dan Perkembangannya di Indonesia

solar energy Indonesia

Energi surya atau solar energy Indonesia telah menjadi salah satu jenis energi alternatif yang berkembang di Tanah Air. Hanya saja, apa yang sebenarnya dimaksud dengan energi surya, ya?

Di dalam artikel ini, Anda akan bisa temukan rangkuman pembahasan yang menjelaskan tentang apa itu energi surya beserta perkembangannya di Indonesia. Berikut penjelasannya dan selamat membaca!

Apa Itu Energi Surya?

Energi surya adalah suatu jenis energi yang dihasilkan oleh matahari. Jenis energi yang satu ini diciptakan oleh proses fusi nuklir yang terjadi di matahari, di mana proton dari atom hidrogen bertubrukan dengan inti matahari dan berfusi untuk menciptakan atom helium. Proses tersebut dikenal sebagai reaksi rantai proton-proton (PP), yang memancarkan energi dalam jumlah besar.

Reaksi rantai PP tersebut terjadi di bintang-bintang lain juga, yang ukurannya kira-kira sama seperti ukuran matahari di sistem tata surya kita. Proses tersebut menghasilkan energi dan panas secara terus-menerus. Energi surya secara konstan mengalir keluar dari matahari dan menyebar ke seluruh sistem tata surya — di Bumi, energi surya menghangatkan planet, menyebabkan adanya cuaca dan angin, serta menjadi hal penting bagi keberlangsungan hidup seluruh makhluk hidup.

Perkembangan Energi Surya di Indonesia

Indonesia sendiri telah menyepakati Paris Agreement yang menunjukkan komitmennya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% (unconditional target) dan 43,20% (conditional target) pada tahun 2030. Berdasarkan studi Deep Decarbonization of Indonesia’s EneRgy System yang dipublikasikan IESR, Indonesia bisa mencapai target pada tahun 2040 sebagai negara bebas karbon sesuai Paris Agreement.

Maka dari itu, Indonesia terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan seperti solar energy Indonesia ini. Mengacu pada laporan Indonesia Solar Energy Outlook 2023 oleh IESR, energi surya akan memainkan peran penting dalam proses dekarbonisasi pada tahun 2060, atau paling cepat tahun 2050, di mana setidaknya 88% kapasitas listrik yang terpasang berasal dari energi surya.

Sayangnya, penggunaan energi surya di Indonesia masih sangat rendah dan baru berkontribusi terhadap 1% dari seluruh produksi energi listrik pada tahun 2021. Meski begitu, progresnya tetap berjalan dan masyarakat bisa menikmati biaya listrik dari energi surya dengan harga yang lebih terjangkau. Hal tersebut diwujudkan melalui perjanjian yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) dengan listrik swasta (Liswas), alias Independent Power Producer (IPP).

Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, beserta proyek listrik berbasis tenaga surya berskala besar dan peningkatan iklim investasi, diharapkan Indonesia secara perlahan namun pasti akan menjadi negara bebas karbon. Ditambah lagi, saat ini sudah ada beberapa proyek terkait yang telah ditenderkan dengan kapasitas total sebesar 585 MWp. Dengan begitu, penggunaan energi surya akan jadi hal yang semakin umum di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *